SINERGI EKSPLORATIF DAN INOVATIF DALAM REALISASI OPTIMAL

Authors

  • Nurul Wahdini Author
  • Fadly Azmi Author
  • Nurwulan Kusuma Devi Author
  • M. Haikal Palupi Author
  • M. Ubaidah Batistuta Author
  • nina apriliani Author
  • Rayda Bunga Adinda Author
  • Amalia Sekar Utami Author
  • Nurul Hasanah Author
  • Ahmad Anwari Author
  • Adhitya Nugroho Author

DOI:

https://doi.org/10.46975/qqv69s48

Keywords:

literasi digital, hidroponik, KKN, pemberdayaan masyarakat, community service, digital literacy, hydroponics, community empowerment

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengintegrasikan pengetahuan akademis dengan realitas sosial. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan peran aktif mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat melalui tiga pilar utama: pendidikan, kesehatan lingkungan, dan ketahanan pangan rumah tangga. Program ini dilaksanakan secara intensif di dua lokasi mitra, yaitu Yayasan Bina Insan Karimah dan lingkungan Jl. Pringgodani RT 013/003, Kelurahan Pondok Labu, Jakarta Selatan. Metode yang digunakan meliputi edukasi interaktif, demonstrasi praktik langsung, serta partisipasi aktif masyarakat secara kolektif. Di Yayasan Bina Insan Karimah, kegiatan difokuskan pada literasi digital melalui seminar edukatif bertajuk “HP: Teman atau Musuh?” untuk memitigasi risiko Digital Eye Strain (DES), yang disertai dengan games edukatif pos to pos untuk melatih fokus serta kerjasama tim tanpa ketergantungan pada gawai. Sementara itu, di lingkungan masyarakat, program diwujudkan melalui pelatihan penanaman hidroponik sebagai solusi ketahanan pangan di lahan sempit, partisipasi dalam program Jumantik (Juru Pemantau Jentik) guna pencegahan demam berdarah, serta revitalisasi fisik berupa perbaikan sarana prasarana gawang sepak bola. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman anak-anak terhadap penggunaan teknologi secara bijak serta peningkatan intensitas aktivitas fisik non-digital. Masyarakat juga berhasil mengadopsi teknik hidroponik dan menunjukkan penguatan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan. Program ini tidak hanya memberikan dampak positif jangka pendek terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat, tetapi juga membangun kemandirian lokal dan mengasah kompetensi komunikasi sosial serta kepemimpinan mahasiswa. Dengan demikian, KKN ini menjadi sarana kolaboratif yang strategis antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan pemberdayaan yang berkelanjutan. 

The Community Service Program (KKN) serves as a tangible implementation of the Tri Dharma of Higher Education in the field of community service, aimed at integrating academic knowledge with social reality. This initiative is designed to enhance the active role of students  in community empowerment through three main pillars: education, environmental health, and household food security. The program was intensively carried out at two partner locations, namely the Bina Insan Karimah Foundation and the neighborhood of Jl. Pringgodani RT 013/003, Pondok Labu, South Jakarta. The methods employed included interactive education, hands-on practical demonstrations, and active collective community participation. At the Bina Insan Karimah Foundation, activities focused on digital literacy through an educational seminar titled "Cellphones: Friend or Foe?" to mitigate the risk of Digital Eye Strain (DES), accompanied by "pos to pos" educational games designed to train focus and teamwork without reliance on devices. Meanwhile, in the local community, the program was realized through training in hydroponic cultivation as a solution for food security in limited spaces, participation in the Jumantik (Larva Monitor) program for dengue fever prevention, and physical revitalization through the repair of soccer goalposts. The results indicated a significant increase in children's understanding of wise technology use and an increase in the intensity of non-digital physical activities. The community also successfully adopted hydroponic techniques and demonstrated a heightened awareness of environmental hygiene. This program provided not only positive short-term impacts on increasing public knowledge but also built local independence and sharpened students' social communication andleadership competencies. Thus, this KKN program stands as a strategic collaborative platform between universities and the community in fostering sustainable empowerment. 

 

Downloads

Published

2026-04-20

How to Cite

SINERGI EKSPLORATIF DAN INOVATIF DALAM REALISASI OPTIMAL . (2026). Selaras : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 45-54. https://doi.org/10.46975/qqv69s48

Similar Articles

11-20 of 29

You may also start an advanced similarity search for this article.