Membangun Generasi TANGGUH: Pengenalan Digital Resilience Framework bagi Orang Tua PAUD untuk Membangun Ketahanan Anak di Era Digital

Authors

  • Wildan Jazuli Universitas Mitra Bangsa Author
  • Zaenuddin Author

DOI:

https://doi.org/10.46975/xeac0s93

Keywords:

Digital Resilience, PAUD, Ketahanan Digital, Literasi Digital, Framework TANGGUH

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi dan pembelajaran anak usia dini. Anak usia 3–6 tahun tumbuh sebagai generasi digital yang memiliki akses terhadap perangkat digital sejak dini. Kondisi ini menghadirkan berbagai peluang sekaligus risiko, seperti paparan konten yang tidak sesuai usia, peningkatan durasi penggunaan gawai, dan menurunnya kualitas interaksi sosial. Orang tua memiliki peran penting dalam membangun ketahanan digital anak melalui pengasuhan yang adaptif dan pendampingan yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua PAUD mengenai konsep digital resilience melalui pengenalan Framework TANGGUH sebagai panduan praktis pengasuhan digital. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Kecamatan Setiabudi dengan metode ceramah interaktif, diskusi, simulasi kasus, dan refleksi bersama. Materi yang disampaikan meliputi realitas digital anak, konsep ketahanan digital, perubahan peran orang tua dari gatekeeper menjadi mentor, serta implementasi enam langkah Framework TANGGUH. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pendampingan digital dan penerapan aturan penggunaan gawai yang sehat di lingkungan keluarga. Peserta juga menunjukkan komitmen untuk menerapkan family media plan, membangun komunikasi terbuka dengan anak, serta memperkuat sinergi antara keluarga dan satuan PAUD. Kegiatan ini diharapkan menjadi model edukasi berkelanjutan dalam membangun ketahanan digital anak usia dini.

 

The rapid development of digital technology has transformed interaction and learning patterns  among  young  children.  Children  aged  3–6  years  are  growing  up  as  digital  natives with  early  access  to  digital  devices.  This  condition  presents  both  opportunities  and  risks, including  exposure  to  inappropriate  content,  increased  screen  time,  and  reduced  social interaction.  Parents  play  a  crucial  role  in  fostering  children's  digital  resilience  through adaptive parenting and proper guidance. This community service program aimed to improve parents'  understanding  of  digital  resilience  through  the  introduction  of  the  TANGGUH Framework as a practical digital parenting guide. The activity was conducted at the Setiabudi District Office using interactive lectures, discussions, case simulations, and reflective sessions.The  materials  covered  children's  digital  realities,  digital  resilience  concepts,  the transformation of parental roles from gatekeepers to mentors, and the implementation of the six  steps  of  the  TANGGUH  Framework.  The  results  indicated  an  increase  in  participants' understanding  of  the  importance  of  digital  guidance  and  healthy  media  use  rules  within families.  Participants  also  demonstrated  commitment  to  implementing  family  media plans, fostering open communication with children, and strengthening collaboration between families and early childhood education institutions. This program is expected to serve as a sustainable educational model for building digital resilience among young children.

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Membangun Generasi TANGGUH: Pengenalan Digital Resilience Framework bagi Orang Tua PAUD untuk Membangun Ketahanan Anak di Era Digital. (2026). Selaras : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 78-85. https://doi.org/10.46975/xeac0s93

Similar Articles

1-10 of 20

You may also start an advanced similarity search for this article.