Pengaruh Kepribadian, Kesiapan Emosional, dan Sosial Ekonomi terhadap Keputusan Seseorang untuk Menikah
DOI:
https://doi.org/10.46975/qkh5jr45Keywords:
Kepribadian, Kesiapan Emosional, Sosial-Ekonomi, Menikah, KeputusanAbstract
Keputusan untuk menikah merupakan salah satu keputusan perkembangan penting dalam kehidupan dewasa awal. Menikah tidak lagi dipandang sebagai kewajiban pada usia tertentu dan bukan sekadar pencapaian biologis, melainkan komitmen kompleks yang melibatkan berbagai dimensi. Fenomena saat ini menunjukkan adanya tren penundaan seseorang mengambil Keputusan untuk menikah. Penelitian mengenai keputusan menikah ini penting dilakukan dikarenakan penurunan tingkat keinginan menikah pada individu yang pada akhirnya dapat mempengaruhi terhadap pertumbuhan kehidupan manusia secara demografi. Selain itu memiliki kontribusi sebagai ilmu pengetahuan dan data untuk memahami sejauh mana faktor internal dan eksternal mempengaruhi terhadap kecenderungan ini. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengkaji secara empiris dan simultan apakah kepribadian, kesiapan emosional dan sosial ekonomi berpengaruh pada keputusan menikah bagi individu dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei untuk menguji hubungan dan pengaruh antar variabel yang diukur secara numerik. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional, untuk mengetahui pengaruh kepribadian, kesiapan emosional dan sosial ekonomi terhadap keputusan menikah bagi individu dewasa. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 85 responden. Lokasi pengambilan data adalah di wilayah Indonesia dengan jumlah responden yang berjenis kelamin pria sebanyak 30 orang dan wanita sebanyak 55 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial bahwa kepribadian berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menikah, kesiapan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menikah, dan faktor sosial ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan. Selanjutnya hasil penelitian ini secara simultan menyatakan bahwa kepribadian, kesiapan emosional, dan sosial ekonomi berpengaruh signifikan terhadap keputusan menikah. Variabel kepribadian, kesiapan emosional, dan sosial ekonomi berpengaruh sebesar 53,0% terhadap variabel keputusan menikah dan sebesar 47% dipengaruhi faktor lainnya.
References
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human
Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T
Amato, P. R. (2010). Research on divorce: Continuing trends and new developments. Journal
of Marriage and Family, 72(3), 650–666.
Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan validitas. Pustaka Pelajar.
Becker, G. S. (1981). A treatise on the family. Harvard University Press.
Carroll, J. S., Badger, S., Willoughby, B. J., Nelson, L. J., & Madsen, S. D. (2009). Ready or
not? Criteria for marriage readiness among emerging adults. Journal of Adolescent Research, 24(3), 349–375. https://doi.org/10.1177/0743558409334253
Conger, R. D., Conger, K. J., & Martin, M. J. (2010). Socioeconomic status, family processes,
and individual development. Journal of Marriage and Family, 72(3), 685–704. https://doi.org/10.1111/j.1741-3737.2010.00725.x
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods
approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Durbin, J., & Watson, G. S. (1951). Testing for serial correlation in least squares regression.
Biometrika, 38(1–2), 159–178. https://doi.org/10.1093/biomet/38.1-2.159
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. W. W. Norton & Company.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 27. Badan
Penerbit Universitas Diponegoro.
Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic econometrics (5th ed.). McGraw-Hill.
Goleman, D. (1998). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. Bantam Books.
Hazan, C., & Shaver, P. (1987). Romantic love conceptualized as an attachment process.
Journal of Personality and Social Psychology, 52(3), 511–524.
Janis, I. L., & Mann, L. (1977). Decision making: A psychological analysis of conflict, choice,
and commitment. Free Press.
Karney, B. R., & Bradbury, T. N. (1995). The longitudinal course of marital quality and
stability: A review of theory, method, and research. Psychological Bulletin, 118(1), 3 34. https://doi.org/10.1037/0033-2909.118.1.3
Larson, J. H. (2004). Innovations in marriage preparation. Family Relations, 53(1), 7–16
McCrae, R. R., & Costa, P. T. (2003). Personality in adulthood: A five-factor theory
perspective (2nd ed.). Guilford Press.
Rahayu, A., & Wahyuni, S. (2020). Pernikahan dini dan kemiskinan moneter di Indonesia:
Analisis data IFLS. Jurnal Kependudukan Indonesia, 15(2), 123–138.
https://doi.org/10.14203/jki.v15i2.523
Santrock, J. W. (2019). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2008). Health psychology: Biopsychosocial interactions (6th
ed.). John Wiley & Sons.
Schneider, A. A. (1964). Personal adjustment and mental health. Holt, Rinehart & Winston.
Stanley, S. M., Rhoades, G. K., & Markman, H. J. (2006). Sliding versus deciding: Inertia and
the premarital cohabitation effect. Family Relations, 55(4), 499–509.
https://doi.org/10.1111/j.1741-3729.2006.00418.x
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tabachnick, B. G., & Fidell, L. S. (2013). Using multivariate statistics (6th ed.). Pearson
Education.